Jumat, 11 Januari 2013

Pengantar Sistem Penunjang Keputusan (DSS)


Apakah Sistem Penunjang Keputusan ? 
      Pada sekitar tahun 1960-1970,  Sistem Penunjang Keputusan (Decision Support
System) mulai diper kenalkan. Sistem Penunjang Keputusan dirancang untuk
mengembangkan efektivitas dan produktivitas dari para manajer dan kaum profesional.
SPK adalah suatu sistem interaktif yang sering digunakan oleh para individu yang mem punyai pengalaman minim dengan komputer dan meto de analisis.  Sistem ini juga mencakup berbagai jenis sistem, perangkat dan teknologi dalam pengembangan suatu suatu organisasi.  SPK dipakai untuk membantu decision maker dalam pengambilan keputusan sehingga keputusan yang dihasilkan menjadi tepat sasaran dan betul – betul berguna bagi organisasi.

Alasan (latar belakang) mengapa memerlukan SPK:
·         Membutuhkan informasi yang akurat dan baru secara cepat.
·         SPK sering dianggap sebagai keberhasilan dari suatu organisasi.
·         Manajemen mengamanatkan perlunya SPK dalam organisasi.
·         Informasi yang dibutuhkan tergantung pada waktu (sesuai situasi dan kondisi).
·         Perlunya penghematan biaya operasional.
Tujuan SPK:
·  Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi
terstruktur
·  Mendukung penilaian atau keputusan manajer bukan menggantikannya.
·  Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS)

PEMBUATAN KEPUTUSAN
Dalam pembuatan keputusan ada dua orang yang mengartikan artian pembuatan
Keputusan yaitu Simon dan Mintzberg
1. Keputusan menurut Simon
Dalam bukunya terbitan Tahun 1977, simon menguraikan istilah keputusan menjadi
Keputusan terprogram dan Keputusan tak terprogram Keputusan terprogram yaitu
bersifat berulang-ulang dan rutin. pada suatu tingkat tertentu dan prosedur telah di
tetapkan untuk menanganinya sehingga ia dianggap suatu denovo (yang baru) setiap kali terjadi. Keputusan tak terprogram yaitu bersifat baru, tidak terstruktur, dan biasanya tidak urut. Ia juga menjelaskan bahwa dua jenis keputusan tersebut hanyalah kesatuan ujung yang terangkai secara hitam putih, sifatnya begitu kelabu atau tak jelas, namun demikian konsep keputusan terprogram dan tak terprogram sangatlah penting, karna masingmasing memerlukan teknik yang berbeda. Kontribusi Simon yang lain adalah penjelasan mengenai empat fase yang harus di jalani oleh Manajer dalam menyelesaikan masalah, fase tersebut adalah :
  • Aktivitas intelegensi, yaitu mencari kondisi dalam lingkungan yang memerlukan pemecahan
  • Aktivitas disain, yaitu menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan tindakan yang akan dilakukan.
  • Aktivitas pemilihan, yaitu menentukan cara tindakan cara tertentu dari beberapa cara yang sudah ada.
  • Aktivitas peninjauan kembali, yaitu memberikan penilaian terhadap pilihan yang telah dilakukan.
2. Keputusan menurut Mintzberg
Mintzberg terkenal dengan teorinya mengenai peranan manajerial, teori ini
mengemukakan sepuluh peranan manajerial yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu
interpersonal, informasional, desisional.
informasi dalam pembuatan berbagai jenis keputusan.
Ada empat peranan desisional menurut mintzberg :
  • Pengusaha, ketika manajer berperan sebagai pengusaha (entrepreneur) maka peningkatan hal ini yang bersifat permanent diabadikan sebagai organisasi.
  • Orang yang menangani gangguan, ketika menajer berperan sebagai orang yang menangani gangguan (disturbace handler), maka ia akan memecahkan masalah yang belum di antisipasi. Ia membuat keputusan untuk merespon gangguan yang timbul seperti perubahan ekonomi, ancaman dari pesaing, dan adanya peraturan pajak baru.
  • Pengalokasi sumber, dengan peranan sebagai pengalokasi sumber (resorce alocator), manajer diharapkan mampu menentukan pembagian sumber organisasi kepada berbagai unit yang ada misalnya pembuatan keputusan untuk menetapkan anggaran operasi tahunan.
  • egosiator, dalm peran sebagai negosiator (negotiator), manajer mengatasi perselisihan yang muncul dalam perusahaan dan perselisihan yang terjadi antara perusahaan dan lingkungannya. Contohnya melakukan negosiasi kontrak baru dengan serikat pekerja.
Jenis-Jenis  DSS
Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS dilakuikan oleh Steven L. Alter.
Alter melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang digunakan pada
waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi enam jenis DSS, yaitu :
Ø  Retrive information element (memanggil eleman informasi)
Ø  Analyze entries fles (menganali semua file)
Ø  Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)
Ø  Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
Ø  Propose decision (menawarkan keputusan )
Ø  Make decisions (membuat keputusan)

TUJUAN DSS
Dalam DDS terdapat tiga tujuan yang harus di capai yaitu :
  • Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur.
  • Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut
  • Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya
peningkatan efisiensi
Tujuan ini berkaitan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu struktur masalah,dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

ARTI DSS adalah DSS sebagai sebuah system yang memberikan dukungan kepada seorang manajer, atau kepada sekelompok manajer yang relative kecil yang bekerja sebagai team pemecah masalah, dalam memecahkan masalah semi terstrukitur dengan memberikan informasi atau saran mengenai keputusan tertentu. Informasi tersebut diberikan oleh laporan berkala, laporan khusus, maupun output dari model matematis. Model tersebut juga mempunyai kemampuan untuk memberikan saran dalam tingkat yang bervariasi

CARA PENGGUNAAN INFORMASI DARI DSS
Pada dasarnya dua pengguna informasi dari DSS oleh manajer, yaitu untuk mendefinisikan masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pendefinisian masalah =adalah usaha definisi dari pendekatan system. Ia juga berkaitan dengan fase intelegensi yang di kemukakan oleh simon. Selanjutnya manjer menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasi. Hal ini merupakan usaha pemecahan menurut poendekatan sistim dan berkaitan denga fase disain dan pemilihan.Pada umumnya, lapaoran berkala dan khusus digunakan terutama dalam usaha definisi, dan simulasi dalam usaha pemecahan Laporan berkala dapat di rancang untuk menidentifikasi masalah atau masalah yang kemungkinan besar akan muncul, manjer juga melakukan query terhadap database untuk menemukan masalah atau mempelajari lebih jauh lagi mengenai masalah yang telah di identifikasi. Simulasi dapat juga membuka masalah yang tersembunyi, karna kelemahan cenderung akan kelihatan menonjol ketika operasi perusahaan diubah secara matematis.Laporan berkala dan khusus dapat juga membantu manajer untuk memecahkan masalah dengan cara mengidentifikasi keputusan alternative, mengevaluasi dan memilih alternative tersebut, dan memberikan informasi lanjutan.

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN KELOMPOK
System penunjang keputusan kelompok atau group decision support system (GDSS) ialahkombinasi dari Komputer, komunikasi, dan teknologi keputusan dan yang digunakan untuk menemukan, merumuskan, dan memecahkan masalah dalam pertemuan kelompok.Tujuan GDSS adalah untuk pertukaran ide, opini, dan preferensi dalam kelompok.

MANAJEMEN PENGETAHUAN


Pengantar
·         Pengetahuan dipandang sebagai sebuah komoditi atau sebuah aset intelektual
·         Karakteristik pengetahuan:
            1. Penggunaan pengetahuan tidak akan menghabiskannya
            2. Perpindahan pengetahuan tidak akan menghilangkannya
            3. Pengetahuan itu berlimpah, tetapi kemampuan terbatas untuk                               menggunakannya
            4. Banyak pengetahuan berharga hilang begitu saja

Definisi Awal Manajemen Pengetahuan
Proses penerapan pendekatan sistematik untuk menangkap, menyusun, mengelola, dan menyebarkan pengetahuan di seluruh organisasi untuk mempercepat kerja, menggunakan best practice, dan mengurangi biaya pengerjaan ulang dari proyek ke proyek

Transformasi Manajemen Pengetahuan
·         Manajemen Pengetahuan sudah lama dimplementasikan jauh sebelum istilah Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) diperkenalkan
·         1969 ARPANET sebagai cikal bakal jaringan internet
·         Fase-fase perkembangan meliputi:
-          1800 -* industrialisasi
-          1850 -* transportasi
-          1900 -* komunikasi
-          1950 -* komputerisasi
-          1980 -* visualisasi
-          2000 -* personalisasi
·         Era Industri -* Era Pengetahuan
·         Sedikit orang mengerjakan lebih banyak pekerjaan
·         Di Era Pengetahuan, organisasi hams dapat belajar, mengingat, dan bertindak berdasarkan informasi, pengetahuan, know-how yang tersedia
·         Memiliki dasar pengetahuan {knowledge base) -* lessons learned dan best practice yang berharga

Pembelajaran organisasi (learning organization) yaitu sebuah organisasi yang memiliki keahlian dalam penciptaan, perolehan, dan penyebaran pengetahuan serta mengadaptasikan aktifitasnya untuk merefleksikan pemahaman dan inovasi baru yang didapat. Sedangkan dimensi kedua (atas) terdiri dari elemen yang memungkinkan atau mempengaruhi aktifitas penciptaan pengetahuan, yaitu:
-          Strategy- penyelarasan strategi organisasi dengan strategi KMS.
-          Measurement - pengukuran yang diambil untuk menentukan apakah terjadi perbaikan KM atau ada manfaat yang telah diambil.
-          Policy - aturan tertulis atau petunjuk-petunjuk yang telah dibuat oleh organisasi.
-          Content- bagian dari knowledge-base organisasi yang ditangkap secara elektronik.
-          Process - proses-proses yang digunakan oleh knowledge worker organsisasi dalam rangka mencapai misi dan tujuan organisasi.
-         Technology - teknologi informasi yang memfasilitasi proses identifikasi, penciptaan, dan difusi pengetahuan diantara elemen-elemen organisasi di seluruh bagian organisasi. Peran penting teknologi dalam KMS adalah memperluas jangkauan dan meningkatkan kecepatan transfer pengetahuan. Peran ini sangat tergantung pada dua aspek yang paling banyak mendukung, yaitu penyimpanan dan komunikasi.
-          Culture - lingkungan dan konteks yang di dalamnya proses-proses KM harus terjadi (sering disebut dengan istilah nilai, norma, dan praktek).

Pendekatan Pengembangan Manajemen Pengetahuan
Manajemen pengetahuan bukan perkara yang sederhana, karena luas dan kompleksnya bidang manajemen pengetahuan ini para ahli mencoba membangun model untuk manajemen pengetahuan. Manajemen Pengetahuan dilaksanakan dalam sistem pengelolaan pengetahuan, atau Knowledge Management System (KMS).
            Sebagian besar organisasi yang menerapkan KMS, menggunakan pendekatan tiga cabang
untuk mengelola pengetahuannya, yaitu
-          Manusia (People),
-          Proses (Process), dan
-          Teknologi (Technology).
Penekanan terhadap tiap-tiap elemen bisa berbeda di setiap bagian organisasi. Berdasarkan model pendekatan di atas maka batasan dari knowledge management sebagai berikut :
Model :
 Yang termasuk teknologi informasi adalah antara lain:
                        (1)  telekomunikasi,
                        (2) sistem komunikasi optik,
                        (3) sistem pita-video dan cakram video,
                        (4) komputer, termasuk visi komputer, lingkungan data dan sistem pakar,
                        (5) mikrobentuk,
                        (6) komunikasi suara dengan bantuan komputer,
                        (7) jaringan kerja data,
                        (8) surat elektronik, dan (videoteks dan teleteks.)

Keberadaan teknologi informasi mampu menawarkan berbagai metode, antara lain :
1. Metode dan tools untuk merekam pengetahuan termasuk komputer, media simpan seperti pita magnetis dan cakram atau disc. Pencarian data teks lengkap memungkinkan pemakai menelusuri direktori, ensiklopedia, data statistik, dan keuangan yang terbacakan mesin. Ini semua dipermudah dengan tersedianya media simpan optik.
2. Metode menyimpan rekaman {record) mengenai berbagai kegiatan termasuk perangkat keras komputer seperti media simpan, yang dilengkapi perangkat lunak untuk merancang bangun, menciptakan, dan menyunting data, spreadsheet, dan perangkat lunak sejenis.
3. Metode untuk mengindeks dokumen dan informasi termasuk berbagai teknik pembuatan indeks berbantuan komputer serta berkas (files) khusus untuk memudahkan menemukan dokumen berdasarkan istilah atau kondisi istilah dalam berkas. Pangkalan data bibliografis yang besar yang memudahkan menemukan dokumen yang memenuhi syarat tertentu (misalnya berdasarkan pengarang atau subjek), kini berkembang dengan katalog sehingga membantu menentukan lokasi dokumen.
4. Metode mengkomunikasikan pengetahuan termasuk :
a. sistem pos elektronik untuk transmisi teks memo dan surat dokumen ;
b. system transmisi faksimili (facsimile) untuk transmisi dokumen jarak jauh berdasarkan prinsip fotokopi. Ini sama saja dengan fotokopi jarak jauh ;
c. majalah elektronik sebagai sarana komunikasi kegiatan dan hasil penelitian ;
d. telekonferensi artinya pertemuan jarak jauh, masing-masing peserta berada di berbagai tempat, saling berkomunikasi serta terlihat wajah masing-masing

manajemen pengetahuan kini berdiri di atas tiga kaki yaitu :
• Intelegensi buatan (artificial intelligence) yang membantu mengekstraksi informasi dari berbagai sumber untuk disimpan di knowledge base. Sebuah knowledge base memiliki format yang bisa ditelusur dan diakses sesuai keperluan pemakai. Pendekatannya berdasarkan asumsi bahwa knowledge base bisa dipisahkan dari knowledge carriers.
• Manajemen dokumen (document management) untuk menyimpan dan mengelola berbagai tipe dokumen di dalam satu pusat. Pemanfaatannya adalah melalui metadata.
• Teknologi jaringan komputer dan hypertext yang memungkinkan berbagai dokumen dihubungkan, sedangkan pencariannya didukung oleh search engine. Majunya Teknologi Informasi (Tl) memang bisa memacu efisiensi dan efektifitas organisasi. Karena dirasa banyak manfaatnya bagi organisasi, sehingga usaha-usaha untuk lebih memaksimalkan Tl terus berkembang. Bagi mereka, Tl telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dan merupakan infrastruktur yang penting bagi organisasi atau organisasi dalam memberikan nilai tambah atau keuntungan kompetitif.

Nama Kelompok :
1.     Agustine Hana Masitoh
2.     Angela Yurinov Kochani
3.     Bagus Praditya Priharto
4.     Fatmi Woro Diah Murti Sari
5.     Muhammad Reza Pahlevi
6.     Nur Ulfa
7.     Prirandito Sesaro Pamungkas
8.     Prisca Amelia
9.     Riska Dirasti
10.   Zogi Dian Wibowo

SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN


Definisi Sistem Informasi Perusahaan
Sistem Informasi Perusahaan adalah suatu sistem berbasis komputer yang dapat melakukan semua tugas akuntansi standar bagi semua unit organisasi secara terintegrasi dan terkoordinasi. Sistem Informasi Perusahaan Disebut juga EntIS (Enterprise Information System). Tujuan dari EntIS adalah untuk Mengumpulkan dan menyebarkan data ke seluruh proses yang terdapat di sebuah organisasi, EntSI menyediakan data yang digunakan manajer untuk membuat sebuah keputusan dalam merencanakan dan mengendalikan proses bisnis.

Didalam EntSI terdapat 2 sistem yaitu :

a.       Executive information systems (EIS)
satu jenis dari manajemen informasi sistem dimaksud untuk memudahkan dan mendukung keterangan dan pembuatan keputusan kebutuhan dari eksekutif senior dengan menyediakan kemudahan akses terhadap keduanya internal dan eksternal keterangan relevan untuk bertemu gol strategis dari organisasi. Ini biasanya dipertimbangkan sebagai satu bentuk dikhususkan dari satu sistem mendukung keputusan (DSS).

b.      Executive support systems (ESS)
Memiliki arti yang sama dengan EIS namun , demikian istilah “Sistem Penunjang Eksekutif (ESS) biasanya mengacu pada system yang memiliki set kemampuan yang lebih besar dari pada EIS. Sementara istilah EIS mempunyai konotasi memberikan informasi, sedangkan istilah ESS berkonotasi memberikan kemampuan dukungan yang lain memberikan informasi.
            Sifat EIS dan ESS :
            EIS
-          Disesuaikan dengan pemakai eksekutif perseorangan
-          Mengekstraksi, menyaring, dan menangka data yang sangat penting.
-          Memberikan  akses status online
-          Mengakses dan memadukan jangkauan data internal dan eksternal yang luas
-          Bersifat user Friendly
-          Digunakan langsung oleh eksekutif tanpa perantara
-          Menampilkan informasi grafik, tabular dan tekstual
ESS
- memberi dukungan kepada komunikasi elektronik (exp : E-mail, computer conferencing)
- mempunyai kemampuan analisis data (exp : system penunjang keputusan, bahsa query, spreadsheet)
- mempunyai alat pengorganisasi (exp :electorinc calendar)

Evolusi Sistem Informasi Perusahaan  (EntIS) dan Evolusi Sistem Infomasi Eksekutif (EIS)
Evolusi Sistem Informasi Perusahaan
Dimulai dengan ide untuk membuat suatu tempat penyimpanan yang dapat diakses oleh
seluruh resource yang ada di dalam perusahaan.
·         Tahun 1960, Sistem Pengolahan Transaksi
-          Berevolusi menjadi Sistem Informasi Manajemen (SIM). Alasan penggunaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) karena para manajer tidak puas hanya menghitung apa yang telah terjadi di dalam bisnis, mereka ingin mengendalikan bisnis di masa depan.
-          Berevolusi menjadi Sistem Pencatatan Kebutuhan Material (MRP) MRP pertama kali dikembangkan di area manufaktur untuk mengawasi permasalahan pengendalian persediaan yang rumit.
·         MRP II
-          Menyatukan proses bisnis yang sebelumnya dipandang sebagai proses-prose yang Terpisah. Menyatukan berbagai proses berarti mengintegrasikan berbagai sistem Informasi terpisah untuk proses tersebut.
-          Menggambarkan perubahan pola pikir manajemen untuk memperlakukan berbagai Proses yang terpisah tetapi berkaitan erat sebagai satu kesatuan.
-          Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan seluruh sistem informasi mengenai berbagai proses di dalam batas perusahaan dikonsolidasi.
Peran Eksekutif dan Kebutuhan Informasi
Pekerjaan Eksekutif, dalam hubungannya dengan peran yang bersifat keputusan dibagi dua fase
Fase 1 adalah identifikasi masalah dan/atau peluang yang ada
Fase 2 adalah keputusan mengenai apa yang harus diekrjakan mengenai hal itu.

Metode untuk menemukan informasi yang dibutuhkan :
1. Menanyakan kepada eksekutif senior mengenai pertanyaan apakah yang akan
    ditanyakan oleh mereka setelah mereka  kembali dari liburan 3 minggunya
2. Menggunakan metodologi CSF
3. Mewancarai semua manajer senior utk  menentukan data terpenting apakah  mereka
    fikirkan.
4. Mendaftarkan semua tujuan utama dlm  rencana jangka pendek dan panjang serta
    mengidentifikasikan informasi yang akan diperlukan.
5. Menanyakan kepada eksekutif informasi apakah yang sedikit banyak mereka perlukan
    dalam persaingan usahah mereka lihat.
6. Baik melalui proses wawancara apa pun pengamatan, tentukan informasi apakah dari
     laporan manajemen sekarang  ini, yg akhirnya dipakai oleh eksekutif.


Nama Kelompok :
1.     Agustine Hana Masitoh
2.     Angela Yurinov Kochani
3.     Bagus Praditya Priharto
4.     Fatmi Woro Diah Murti Sari
5.     Muhammad Reza Pahlevi
6.     Nur Ulfa
7.     Prirandito Sesaro Pamungkas
8.     Prisca Amelia
9.     Riska Dirasti
10.   Zogi Dian Wibowo

Kamis, 10 Januari 2013

Pengantar Telematika


TELEMATIKA, berasal dari istilah dalam bahasa Perancis "TELEMATIQUE " yangmerujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. IstilahTeknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkatpengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwaTELEMATICS adalah singkatan dari"TELECOMMUNICATION and INFORMATICS " sebagai wujud dari perpaduan konsepComputing and Communication . Istilah Telematics  juga dikenal sebagai "the new hybrid technology " yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicuperkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu ataupopuler dengan istilah "konvergensi". Semula Media masih belum menjadi bagian integraldari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasiternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKAkemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI,MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskanteknologi digital atau "the Net ". Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKAberkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat,karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untukmengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilahTELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika.Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupunInformation and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya,namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.Seiring dengan semakin populernya Inter-Net sebagai "the network of the networks",masyarakat penggunanya (internet global community ) seakan-akan mendapati suatu duniabaru yang dinamakancyberspace sebagaimana dipopulerkan oleh William Gibson dalamnovel sci-fi-nya Neuromancer - yang merupakan khayalan tentang adanya alam lain padasaat teknologi telekomunikasi dan informatika bertemu. Di "alam baru" ini - bagi kebanyakannetter - tidak ada hukum. Karena tidak adanya kedaulatan dalam jaringan komputer mahabesar (gigantic network ) ini, mereka beranggapan bahwa tidak ada satupun hukum suatunegara yang berlaku, karena hukum network tumbuh dari kalangan mayarakat globalpenggunanya. "Alam baru" ini seakan-akan menjadi suatu jawaban dari impian untukmelampiaskan kebebasan berkomunikasi (free flow of information ) dan kebebasanmengemukakan pendapat (freedom of speech) tanpa mengindahkan lagi norma-norma yangberlaku dalam kehidupan sehari-hari.Perlu digarisbawahi, bahwa substansi cyberspace sebenarnya adalah keberadaan informasi

KEJAHATAN TELEMATIKA 
Saat ini, teknologi informasi dan komunikasi atau Information and CommunicationTechnology(ICT) baik di Indonesia mau pun di seluruh dunia berkembang sangat pesat.Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai bentuk inovasi teknologi yang salah satunyaadalah internet atau interconnected network. Internet merupakan teknologi digital hasil darikonvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informasi. Keberadaan internetini dimanfaatkan oleh masyarakat dunia dari berbagai kalangan untuk berbagai kegiatan,seperti mencari informasi, mengirim informasi dan melakukan kegiatan bisnis atau nonbisnis. Kegiatan ini dikenal sebagai kegiatan telematika (cyber activities).Di dalam cyber activities peran teknologi sangat besar, karena semakin tinggiteknologi yang dimiliki maka semakin besar pula peluang masyarakat untuk menggunakaninternet dalam kehidupan sehari-hari. Pengguna internet ini terbagi menjadi penggunapasiv dan aktiv. Penguna pasiv adalah para pengguna yang hanya membuka web pages diinternet (browsing ) atau membaca informasi tanpa melakukan interaksi baik dengan vendor/administrator atau pengguna internet lainnya. Pengguna internet aktiv adalah parapengguna yang melakukan interaksi dengan vendor atau dengan pengguna internet lainnya,contohnya, berbelanja secara online,mengirim surat elektronik (e-mail) dan lain sebagainya.Pengguna aktiv ini juga dapat menggunakan media internet untuk melakukan tindakan yang dikategorikan sebagai kejahatan telematika (cyber crime). Kejahatan telematika adalahtindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya,tindakan yang disebut carding,adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit darinasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
Kejahatan telematika sangat menggunakan komputer baik sebagai alat untuk mencapai tujuan dari kejahatan tersebut (computer as a tool ) mau pun komputer sebagaitarget kejahatan (computer as a target). Pada dasarnya originalitas kejahatan telematikaadalah kejahatan dimana komputer sebagai target, contohnya penyebaran virus atau malicious ware, sementara kejahatan dimana komputer sebagai alat adalah kejahatantradisional yang menggunakan komputer sebagai sarana (contohnya fraud  atau penipuan  yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu).Kerugian yang timbul akibat adanya kejahatan telematika ini dari tahun ke tahunsemakin meningkat. Berdasarkan data dari
The International Data Corporation dan FBI,kerugian yang diderita Amerika atas kejatahan telematika ini meningkat dari US$ 2 Milliarpada tahun 1997 menjadi US$ 7.4 Milliar pada tahun 2003.
Kerugian atas kejahatan iniakan terus meningkat dua kali lipat setiap tahunnya, apabila tidak segera diantisipasi.Kejahatan telematika termasuk kejahatan yang bersifat lintas batas wilayahterritorial suatu negara, karena jaringan (network) ICT yang digunakan termasuk sebagaijaringan yang tanpa batas  (borderless). Jaringan borderless merupakan jaringan yangdisediakan untuk memudahkan pengguna internet agar dapat mengakses informasi seluas-luasnya, akan tetapi jaringan borderless dapat juga menimbulkan banyak permasalahantermasuk masalah kejahatan telematika yang sifatnya lintas batas wilayah Negara. Beberapanegara mengkategorikan kejahatan telematika sebagai kejahatan transnasional, sehingggaperlu adanya suatu kerjasama internasional dalam menangani kejahatan telematikatersebut. Akan tetapi banyak negara yang masih mengalami berbagai kesulitan dalammelaksanakan usaha baik pencegahan atau pun penanganan kejahatan telematika tersebut,karena adanya ketidakseragaman dalam membuat regulasi dan aturan internal dalam negeri.

B. Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional
Kejahatan transnasional adalah kejahatan yang tidak hanya sifatnya lintas batasNegara, tetapi termasuk juga kejahatan yang dilakukan di suatu Negara, tetapi berakibatfatal bagi Negara lain. Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking ,penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional. Saat ini, beberapa Negaramengkategorikan kejahatan telematika sebagai kejahatan transnasional, karenatindakannya bisa dilakukan di Negara B, oleh warga Negara A, tetapi korbannya ada diNegara C.Dalam tatanan teknologi, sifat kegiatan telematika adalah borderless atau lintas batasnegara. Dimensi transnasional yang melekat pada teknologi telematika ini sangatmenguntungkan pelaku kejahatan. Pelaku kejahatan dapat melakukan kejahatannya padakorban di negara manapun korban berada. Korban kejahatan telematika tidak terbataspada individu, tetapi juga organisasi atau perusahaan bahkan negara secara keseluruhan.Keuntungan yang lain bagi pelaku kejahatan telematika adalah disparitas aturan berkaitandengan kejahatan telematika di setiap negara. Bahkan masih banyak negara yang belummemiliki hukum yang mengatur khusus mengenai kejahatan telematika. Hal ini tentu memudahkan pelaku kejahatan telematika bisa dengan leluasa melakukan aktifitasnyatanpa terjerat hukum.

Yurisdiksi secara konseptual dibagi menjadi tiga yaitu:
JURISDICTION TO PRESCRIBE Negara berwenang menetapkan ketentuan hukum baik pidana ataupun perdatapada subjek hukum atau peristiwa hokum yang terjadi diwilayahnya atau yang dilakukanoleh warga negaranya.
JURISDICTION TO ADJUDICATE Negara berwenang untuk memaksa subjek hukum untuk tunduk pada prosesperadilan, baik proses pidana maupun perdata
JURISDICTION TO ENFORCE Negara berwenang untuk memaksa subjek hukum untuk memenuhi kewajibannya,atau melaksanakan hukuman yang telah diputuskan oleh badan peradilan negara tersebut.Pada dasarnya ketiga konsep ini termasuk dalam prinsip yurisdiksi territorial,dimana satu Negara memiliki kewenangan dalam menetapkan hokum pidananya terhadapkejahatan yang berlangsung didalam wilayah teritorialnya. Ketentuan mengenai apakahbentuk kegiatan tersebut dapat dipidana tergantung dari hokum Negara dimana tindakantersebut dilakukan. Hal ini terjadi pada tahun 2000, kasus virus ‚“I love You“ yangmerugikan sekitar 40 juta orang di Amerika, menimbulkan permasalahan yurisdiksi. Virus yang dibuat oleh Guzman warga negara Philipina tidak dianggap sebagai kejahatanberdasarkan hukum Philipina, sebaliknya Amerika menetapkan Guzman sebagai penjahatcyber yang harus ditindak dan diadili. Kenyataan ini menggambarkan bahwa, kejahatantelematika yang bersifat transnasional membutuhkan adannya pengakuan „“double criminality“, yaitu baik Amerika maupun Philipina sama – sama mengakui bahwapenyebaran virus termasuk sebagai kejahatan. Sehingga dimungkinkan adanya ekstradisi,atau paling tidak adanya legal mutual assistance, dimana kejahatan itu dilaporkan oleh pihak  Amerika, sedangkan penangannya dapat dilakukan oleh Philipina.

Beberapa prinsip yang mendasari klaim tersebut adalah :
1. Prinsip Territorial Claims
Pada prinsip teritorial klaim ini negara-negara memiliki ketentuan hukumnyaberdasarkan :
1.1.Lokasi dimana kejahatan telematika dilakukan
1.2.Lokasi dimana komputer sebagai alat kejahatan berada
1.3.Lokasi Korban Kejahatan Telematika
2.Prinsip Personality Claims
3. Prinsip Perlindungan
4. Prinsip Universal

Bagaiman aNegara-negara di dunia menangani kejahatan telematika yang bersifat transnasional.

Langkah-langkah yang dapat diambil adalah :
1.Adanya persamaan persepsi dari Negara-negara mengenai bentuk kejahatantelematika apa saja yang dianggap sebagai kejahatan telematika yang bersifattransnasional.
2.Adanya kerjasama antar Negara berkaitan dengan alih teknologi dalam usahamelakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kejahatan telematika
3. Adanya kesamaan persepsi mengenai digital evidence pada hokum nasional setiapNegara
4.membentuk perjanjian internasional atau regional mengenai kejahatan telematika.Saat ini hanya Eropa yang memiliki Konvensi mengenai Cyber Crime, akan tetapi tidak menutup kemungkinan negara lain dapat meratifikasi konvensi tersebut.
5.Adanya perjanjian ekstradisi bagi pelaku kejahatan telematika atau setidaknya kerjasama Mutual Legal Assistance


SUMBER : http://www.academia.edu/208360/Kejahatan_Telematika_sebagai_Kejahatan_Transnasional

Pemanfaatan Telematika di Bidang Pendidikan


TELEMATIKA adalah salah satu kata yang seringkali diidentikkan dengan dunia internet di Indonesia. Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis “TELEMATIQUE” yang dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication.
TELEMATIKA yang menurut pak Moedjiono yang merupakan konvergensi dari
Tele=”Telekomunikasi”,
ma=”Multimedia” dan
tika=”Informatika”
kita perlu perhatikan perbedaan antara BIDANG ILMU.
Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital. pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Telematika menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekominikasi, media, dan informatika. Dalam Pengantar pada Mata Kuliah Hukum Telematikan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dinyatakan bahwa istilah telematika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi.
Peranan Telematika dalam bidang pendidikan salah satunya perkembangan belajar berbasis online yang dapat diakses melalui media internet berbasis web atau situs. Dengan metode ini murid dan guru atau dosen tidak harus belajar secara bertatap muka secara langsung tetapi dengan metode Home Schooling yang bisa dilakukan kapan saja oleh si murid dengan pengaksesan belajar melalui internet. Dan pada saat ini hampir semua sekolah maupun kampus sudah mempunyai website yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian. Dan terdapat peranan telematika di bidang pendidikan lainnya, yaitu :
    * Perpustakaan Elektronik
    * Surat Elektronik (email)
    * Ensiklopedia
    * Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital )
    * Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System
    * Pengelolaan Sistem Informasi
    * Video Teleconference

Dampak positif (keuntungan) dari perkembangan telematika antara lain :
·         Kemudahan dalam memperoleh Informasi secara cepat. Informasi yang diperoleh dapat bersifat real time artinya pada saat itu juga. Selain itu informasi yang diinginkan dapat diperoleh secara langsung pada sumbernya sehingga mengurangi adanya distorsi informasi.
·         Transparasi dalam Informasi. Informasi dapat diketahui siapa saja karena adanya keterbukaan.
·         Kemudahan dalam memperoleh data. Dengan adanya perkembangan telematika kita dapat memperoleh data dan Informasi dari berbagai sumber, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
·         Penghematan Waktu. Orang tidak perlu lagi mengorban waktu untuk mengantri lama dalam melakukan transaksi keuangan tetapi cukup dengan melakukan transaksi melalui internet atau ponsel genggam.

Keuntungannya bagi masyarakat
a. Manfaat internet dalam e-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi dalam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
b. Manfaat internet dalam e-Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
c. Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas.
d. Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).
e. Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya.

Keuntungannya bagi anak – anak :
a. Diantara manfaat yang dapat diperoleh adalah penggunaan perangkat lunak pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya. Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini kini juga diramu dengan unsur hiburan (entertainment) yang sesuai dengan materi, sehingga anak semakin suka.
b. Manfaat lain bisa diperoleh anak lewat program aplikasi berbentuk games yang umumnya dirancang untuk tujuan permainan dan tidak secara khusus diberi muatan pendidikan tertentu. Beberapa aplikasi games dapat berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi, dan bermain peran (role-play).
c. Dalam kaitan ini, komputer dalam proses belajar, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak. Gambar-gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan, sehingga dapat merangsang anak mengetahui lebih jauh lagi. Sisi baiknya, anak dapat menjadi lebih tekun dan terpicu untuk belajar berkonsentrasi.

Dampak negatif (kerugian) dari perkembangan telematika antara lain :
·         Pergaulan bebas di dunia maya sulit untuk di kontrol
·         Adanya Cyber Crime yaitu mengkloning data, menyadap data, mengubah data tanpa seizin pemiliknya
·         Penculikan karena berkenalan dengan orang melalui jejaring sosial
·         Isu isu negative menyebar dengan cepat
·         Pencurian  data pribadi dari akses internet
·         Penyebaran gambar gambar negative lebih mudah
·         Menyebarkan virus yang merusak computer lebih mudah dilakukan
·         Perdagangan narkoba atau barang haram lebih mudah dipasarkan
·         Penipuan berkedok kuis dan sebagainya

Sumber : http://ratidwi.info/efek-perkembangan-telematika/